Kenapa?

Kenapa Risalah Islam Turun di Jazirah Arab?

Bagi yang pernah datang ke daerah Saudi Arabia dan pernah datang ke negara lainnya seperti negara Eropa atau negara maju Asia Timur, pasti menyadari, betapa kontrasnya daerah Jazirah Arab ini dibandingkan daerah di negara Eropa atau negara Asia Timur seperti Jepang dan Korea.

1. Sementara gunung di daerah lain berwarna hijau karena dipenuhi pohon dan tumbuhan, gunung di daerah Arab berwarna krim atau coklat muda yang berupa batu padat tanpa tumbuhan,
2. Jika kita lihat berbagai bunga berwarna warni di negara lainnya, maka akan kita dapati tanaman di Arab berupa tanaman kurma yang jarang terlihat indahnya bunga.
3. Kalau kita temukan udara sejuk bahkan dingin di negara sub-tropis, maka akan kita dapati udara kering dan panas, apalagi di musim panas di Jazirah Arab yang panasnya luar biasa.

Sehingga, daerah jazirah Arab benar-benar bukan daerah yang indah dan “nyaman” ditinggali menurut sudut pandang manusia.

Mengapa Allah menurunkan risalah di daerah yang tandus, panas dan bebatuan seperti ini?

Yang pertama, ini adalah kehendak Allah. Allah bebas memilih di mana dan kepada siapa risalah diturunkan, dan Allah lebih tahu di mana Dia menempatkan risalah-Nya.

Yang kedua, penjelasan ini ada di QS 2: 125,

وَإِذْ جَعَلْنَا ٱلْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَٱتَّخِذُوا۟ مِن مَّقَامِ إِبْرَٰهِۦمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْعَٰكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ

Artinya: Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”.

Menurut Tafsir Ibnu Katsir, kemuliaan Baitullah salah satunya adalah keberadaannya sebagai tempat berkumpul manusia. Bukti dari hal ini adalah Allah menjadikannya sebagai tempat di mana jiwa-jiwa merindukannya meskipun seseorang datang kepadanya setiap tahun.

Daerah Mekkah dan Jazirah Arab sudah menjadi daerah spiritual sejak Nabi Ibrahim, sehingga sudah ratusan bahkan ribuan tahun wilayah tersebut dikunjungi oleh beragam manusia dari berbagai wilayah.

Mengapa bukan di negara Eropa atau Asia Timur yang dingin dan indah?

Tidak ada keharusan bahwa wahyu harus turun di tempat yang dingin dan indah, karena keindahan alam bukan indikator kemuliaan di sisi Allah. Banyak negeri indah tetapi penuh kesyirikan dan kezaliman, dan banyak negeri keras namun melahirkan generasi yang kuat dan berpegang pada tauhid.

“Panas, Tandus, dan Tidak Indah”

Menurut sudut pandang manusia modern, daerah panas, tandus dan tidak indah ini berbeda dengan sudut pandang iman. Bagi orang-orang mukmin, karena di Mekah dan Madinah terdapat Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan jejak para nabi, maka disitulah letak keindahannya.

Justru kerasnya iklim dan lingkungan yang ‘tidak memanjakan’ membentuk karakter generasi para penyebar dakwah, yaitu kuat, sederhana, dan punya daya tahan, yang kemudian sangat mendukung dakwah Nabi. Banyak sejarawan dan ulama seperti Ibnu Khaldun mencatat hal ini.

Islam diturunkan di Jazirah Arab karena itu pilihan Allah. Menurut sudut pandang Allah, keindahan alam dan sejuknya udara bukanlah kriteria utama. Banyak faktor strategis sosial, historis dan geografis ang menyokong penyebaran dakwah Islam.

Itulah secuplik hikmah mengapa Allah memilih Jazirah Arab, dan insya Allah masih banyak hikmah lainnya yang mungkin belum kita ketahui.

Wallahu a’lam.

Baca Juga: Makna Daana Yadiinu Diinan

Referensi:

TafsirWeb, “Surat Al-Baqarah Ayat 125 Arab, Latin, Terjemah dan Tafsir [Qur’anic Interpretation: Surah Al-Baqarah Verse 125],” [Online]. [Accessed: Dec. 29, 2025].

G. A. Kusuma, “Hikmah di Balik Pemilihan Jazirah Arab sebagai Tempat Turunnya Dakwah Islam [Wisdom Behind the Selection of the Arabian Peninsula as the Beginning of Islamic Preaching],” Pustaka Al-Bahjah, May 10, 2024. [Online]. [Accessed: Dec. 29, 2025].

N. Hadi, “Mengapa Nabi Muhammad Diutus di Arab? [Why Was Prophet Muhammad Sent to Arabia?]” Kisah Muslim, Jun. 8, 2025. [Online]. [Accessed: Dec. 29, 2025].

Muhsin, “Keunikan Gramatikal dalam Al-Quran [Grammatical Uniqueness in the Qur’an],” Ph.D. dissertation, Islamic State University of Alauddin, Makassar, Indonesia, [Online]. [Accessed: Dec. 29, 2025].

IslamPos, “Ini Kenapa Nabi Muhammad Diutus di Tanah Arab [This Is Why Prophet Muhammad Was Sent to the Land of Arabia],” Aug. 29, 2017. [Online]. [Accessed: Dec. 29, 2025].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button