Uncategorized

Apakah Umat Islam Akan Dimenangkan oleh Allah?

Umat Islam senantiasa dalam kondisi terpuruk dalam ratusan tahun terakhir dari berbagai aspek. Dari aspek teknologi, ekonomi, kewibawaan, dan independensi, umat Islam menjadi umat yang berada di bawah umat agama lainnya.

Padahal, Allah azza wa jalla berfirman dalam kalam-Nya di surat Al-Fath ayat 28:

هُوَ ٱلَّذِىٓ أَرْسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلْهُدَىٰ وَدِينِ ٱلْحَقِّ لِيُظْهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًا

“Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi”

Berikut juga dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 33:

هُوَ ٱلَّذِىٓ أَرْسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلْهُدَىٰ وَدِينِ ٱلْحَقِّ لِيُظْهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْمُشْرِكُونَ

Artinya: Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.

Dalam Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah dijelaskan bahwa Allah ﷻ menjamin penyempurnaan cahaya ini (agama Allah) dengan mengutus Rasul-Nya ﷺ yang paling sempurna. Allah ﷻ bertujuan mengutus Nabi Muhammad ﷺ untuk meninggikan agama Islam di atas agama-agama yang lain dengan hujjah dan bukti, petunjuk dan pengetahuan, dan kepemimpinan dan kekuasaan; meskipun orang-orang musyrik tidak menyukai hal itu, karena Allah telah menetapkannya meski mereka tidak rela.

Mengapa Agama Islam Adalah Agama yang Benar?

Kita yakin bahwa agama Islam adalah satu-satunya agama yang Haq, satu-satunya agama yang benar.

Agama lain meyakini ketuhanan ganda atau tidak meyakini Rasulullah ﷺ sebagai salah satu Nabi dan Rasul-Nya.

Dan Islam adalah satu-satunya yang meyakini satunya jumlah Tuhan (ketauhidan) dan satu-satunya yang meyakini bahwa Rasululllah Muhammad ﷺ adalah Nabi dan Rasul-Nya.

Inilah mengapa agama Islam adalah satu-satunya agama yang benar.

Apakah Agama dari Nabi Adam, Nabi Musa, dan Nabi Isa?

Agama yang dibawa Nabi Adam adalah Islam. Begitupun risalah yang dibawa oleh Nabi Musa, juga adalah Islam. Risalah yang dibawa oleh Nabi Isa atau Jesus, adalah Islam. Seluruhnya mengajarkan ketauhidan Allah ﷻ. Bahwa Allah itu satu dan tidak ganda. Allah ﷻ itu tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan sama sekali tidak ada di dunia ini yang setara dengan Allah ﷻ.

Nabi Muhammad ﷺ melanjutkan dan menyempurnakan agama atau risalah Islam yang yang dibawa oleh para nabi sebelumnya.

Jika Islam adalah Agama yang Benar, Mengapa Umat Islam Terpuruk?

Umar bin Khattab pernah berkata,
“Sesungguhnya kami adalah kaum yang paling hina, lalu Allah memuliakan kami dengan Islam. Jika kami mencari kemuliaan dengan selain apa yang Allah muliakan kami dengannya, Allah akan menghinakan kami.”

Atsar ini diriwayatkan oleh Tariq ibn Shihab dan dinyatakan sahih (otentik) oleh Al-Albani dalam al-Mustadrak ‘alá al-Ṣaḥīḥayn.

Keterpurukan umat Islam adalah justru karena betapa jauhnya kita sebagai umat Islam dari agama kita sendiri. Kepercayaan sebagian umat Islam yang banyak terombang ambing dan terpengaruh dari kepercayaan sihir dan dukun, kepercayaan dan quote-quote orang non-Islam, membuat aqidah kita lemah.

Idola umat Islam sudah sangat jauh dari teladan yang sesungguhnya. Alih-alih mengidolakan para shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in; saat ini umat Islam banyak mengidolakan artis-artis korea yang banyak melakukan operasi plastik dan membuka aurat. Sehingga kita sebagai umat Islam kehilangan identitas kita dan kehilangan kebanggaan atas identitas sebagai umat Islam yang bersyukur atas apa yang Allah berikan dan menutup aurat dengan baik.

Apakah Umat Islam akan Bangkit?

Insya Allah, umat Islam akan bangkit dan menjadi tinggi di atas umat agama lainnya, setidaknya dari jumlah. Ini dibenarkan oleh prediksi pertumbuhan jumlah umat Islam sebagai berikut.

Menjelang akhir abad di sekitar tahun 2060, umat Muslim berpotensi menjadi umat terbesar dunia.

Tambahan informasi, bahwa pertumbuhan jumlah muslim ini lebih banyak dipengaruhi faktor biologis atau kelahiran minus kematian. Bukan karena konversi agama. Jumlah orang yang menjadi Muslim kira-kira sama dengan yang meninggalkan Islam.

Insya Allah berdasarkan janji Allah ﷻ di kalam-Nya, didukung oleh fakta di lapangan bahwa secara jumlah, insya Allah umat Islam akan menjadi terbanyak di dunia.

Baca Juga: Pimpinan Laksana Tuhan

Jangan Hanya Kuantitas, namun Juga Kualitas

Namun, jangan sampai umat Islam yang banyak ini lemah secara kualitas seperti buih lautan yang terombang ambing. Kuatkan keimanan kita, kuatkan kecerdasan kita, latih fisik kita, disiplinkan kebiasaan harian kita, unggulkan karya-karya kita.

Jadikanlah diri kita menjadi umat Islam yang dibanggakan oleh Rasulullah ﷺ bukan hanya karena kuantitas kita, namun juga kualitas dan kekuatan kita.

Semoga Allah beri pertolongan kepada umat Islam untuk meningkatkan kuantitas dan kualitasnya. Aamiin ya Rabb al Alamiin.

Oleh Nurfitri Anbarsanti

Referensi:

[1] “Surat Al-Fath Ayat 28 Arab, Latin, Translation and Tafsir,” TafsirWeb.com, https://tafsirweb.com/9740-surat-al-fath-ayat-28.html (accessed Jan. 3, 2026).

[2] “Surat At-Taubah Ayat 33 Arab, Latin, Translation and Tafsir,” TafsirWeb.com, https://tafsirweb.com/3049-surat-at-taubah-ayat-33.html (accessed Jan. 3, 2026).

[3] “Hello World 2,” Alirsyad.or.id, https://www.alirsyad.or.id/hello-world-2/ (accessed Jan. 3, 2026).

[4] “The Future of the Global Muslim Population,” Pew Research Center, Jan. 27, 2011. [Online]. Available: https://www.pewresearch.org/religion/2011/01/27/the-future-of-the-global-muslim-population/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button